TEMU WARGA TANI LERENG GUNUNG SANGIANG KECAMATAN WERA

Tanggal : 09 April 2018 - Penulis : Administrator



Atur ukuran font text : A+ A-

Bima, Upaya meningkatkan partisipasi pemilih  dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018 serta pemilu serentak tahun 2019 terus dilakukan oleh KPU Kabupaten Bima melalui sosialisasi pada seluruh lapisan masyarakat termasuk warga tani Desa Sangiang yang bercocok tanam dan beternak di lereng gunung sangiang. Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Bima pada hari Sabtu (7/4/2018) bertempat di kebun milik masyarakat desa sangiang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh komisioner, Sekretariat KPU Kabupaten Bima, Camat Wera, PPK dan PPS Se Kec. Wera dan Ambalawi.

Untuk menuju warga tani yang ada di lereng gunung sangiang, rombongan harus menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh ± 1(satu) jam.

Ketua KPU Kabupaten Bima Yuddin Chandra Nan Arif menyampaikan kepada warga tani apakah mereka sudah mengecek namanya dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang sudah ditempel dan diumumkan oleh PPS di tempat-tempat strategis dan kantor desa sangiang. Apabila belum terdaftar untuk segera melaporkan ke PPS desa sangiang dengan membawa identitas diri untuk di masukan dalam daftar pemilih sehingga setelah penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2018 tidak ada lagi pemilih yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih.

Untuk diketahui bahwa dalam pemilihan umum serentak tahun 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 dan pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap pemilihan gubernur dan wakil gubernur akan langsung menjadi menjadi pemilih sementara (DPS) pemilu serentak 2019 sehingga tidak ada lagi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang akan mendata pemilih dari rumah ke rumah. “ujarnya”

Pada kesempatan tersebut perwakilan Warga tani berjanji bahwa H-2 sebelum pencoblosan nanti mereka semua akan balik ke desa sangiang untuk ikut mencoblos karena di tempat mereka becocok tanam ini tidak tersedia TPS karena di kawasan ini dilarang di jadikan sebagai tempat pemukiman warga.