SOSIALISASI PEMILU DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LANGGUDU

Tanggal : 21 Februari 2018 - Penulis : Administrator



Atur ukuran font text : A+ A-

Bima, sebagai salah satu upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018 di Kabupaten Bima.

Sejumlah seratus orang peserta yang berasal dari desa Waduruka, Karampi dan Sarae ruma hadir dalam kegiatan sosialisasi serta Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bima, Sekretaris dan Staf KPU Kabupaten Bima serta didampingi oleh Camat langgudu yang dilaksanakan di masing-masing Kantor Desa setempat pada hari Rabu (21/2/2018).

Dalam kesempatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Bima Yuddin Chandra Nan Arif menyampaikan pandangannya terkait  Pemutakhiran data Pemilih dan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTB Tahun 2018. Menutut dia, untuk dapat menjadi pemilih masyarakat harus sudah ber E-KTP atau Surat Keterangan (Suket) yang di terbitkan oleh Disdukcapil. Untuk itu kepada masyarakat diminta untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila yang bersangkutan belum melakukan perekaman E-KTP.

Terkait dengan pasangan calon, beliau menyampaikan bahwa dari keempat pasangan calon ini, 3 (tiga) pasangan calon diusung oleh partai-partai politik dan 1 (satu) pasangan calon mendaftarkan diri melalui Jalur Perseorangan. Diharapkan kepada seluruh masyarakat pada tanggal 27 Juni 2018 untuk berbondong-bondong hadir di TPS untuk mencoblos salah satu pasangan calon yang di anggap mampu membawa perubahan bagi kemajuan daerah Bumi Gora ini.

Sementara itu Zuriati, SP (Devisi Tekhnis KPU Kabupaten Bima) menyampaikan bahwa Alat paraga kampanye di sediakan oleh KPU Provinsi NTB sedangkan pemasangan dan menjaganya dari kerusakan itu adalah tanggugjawab masing-masing pasangan calon atau Tim pasangan calon. Pada saat pemungutan suara nanti masyarakat di minta untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggungjawab dan jangan mencoba untuk menggunakan surat panggilan memilih (model C6 KWK) milik orang lain untuk mencoblos lagi karena itu melanggar aturan dan bias diancam dengan hukuman pidana,”ujarnya.