Menghapus “Zona Merah” dengan Pemilih Cerdas berkualitas

Tanggal : 23 Mei 2016 - Penulis : Administrator



Atur ukuran font text : A+ A-

Oleh

SITI NURSUSILA, S.Ip.,M.MSip

(KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BIMA)

Pada 9 Desember 2015 Kabupaten Bima telah melaksanakan Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah,Untuk masa jabatan 2015-2021.

Pada pelaksanaan Pilkada tahun 2015 kemarin kabupaten Bima di gadang-gadang sebagai pelaksanaan pilkada yang rawan atau dalam Zona Merah ,predikat  zona merah ini dianugrahkan ke pelaksaaan pilkada Kabupaten Bima, ini didasari oleh dua kali pilkada sebelumnya yang disertai dengan beberapa kejadian yang identik dengan kekerasan dan berdarah-darah, terutama pada pilkada tahun 2010 yang membawa konflik horizontal ditengah-tengah  masyarakat yang berkepanjangan dan memicu perkelahian antar desa.

Predikat “zona Merah” ini tentunya adalah sebuah pukulan bagi seluruh masyarakat kabupaten Bima, terutama stakeholders Pilkada itu sendiri seperti Penyelenggara dan Pemerintah daerah dalam hal ini Komisi Pemilhan Umum Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima, hal ini membuat Komisi Pemilihan Umun kabupaten Bima dengan didukung oleh Pemerintah Daerah kabupaten Bima dan seluruh masyarakat kabupaten Bima berjuang bersama-sama bagaimana agar predikat “Zona Merah” yang terlanjur di berikan kepada penyelenggaraan Pilkada di kabupaten Bima dapat kami buktikan bahwa itu tidak benar,bahwa kabupaten Bima adalah Kabupaten dengan masyarakat yang Ramah ,Religius dan melek Demokrasi .

Berbagai upaya telah dilakukan sehingga pelaksanaan Pilkada Bima telah mampu dilaksanakan dengan tertib ,aman ,damai dan demokratis. Berkaca dari pengalama pada Pilkada sebelumnya bahwa salah satu penyumbang kerawanan PILKADA kabupaten Bima adalah karena masyarakat pemilih yang hanya kaum elitnya saja yang mengerti tentang peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan pilkada .sehingga salah satu strategi penyelenggara dalam menjadikan Pilkada Bima damai bermartabat adalah dengan Menjadikan Pemilih menjadi Pemilih Yang cerdas dan berkualitas.

Pilkada Sebagai salah satu cara  untuk memilih  Pemimpin Daerah yang berkualitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pelayanan umum dan meningkatkan daya saing daerah. Dan tentunya untuk mewujudkan ketiga tujuan tersebut, diperlukan pemimpin yang berkualitas, yang mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat, untuk menggali semua potensi yang ada di daerah, guna dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat banyak.

Untuk mewujudkan harapan itu, sangat dibutuhkan kecermatan, kejujuran, dan kecerdasan dari rakyat sebagai pemilih sekaligus penentu utama  dalam suksesnya sebuah pesta demokrasi atau Pilkada . Untuk itulah menjadi sangat penting untuk menjadikan pemilih sebagai pemilih yang cerdas dan berkualitas,namun pertanyaan yang akan muncul adalah” Bagaimana memilih dengan cerdas dan berkualitas”?menjadi pemilih cerdas itu bukan hanya mengetahui cara menggunakan hak pilih dengan  benar tapi juga harus tau dan mengerti tentang proses tahapan pilkada itu sendiri,pemilih harus mengetahui jadwal dan tahapan dengan benar ,mengetahui cara menjadi pemilih atau terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap,juga harus mengetahui proses pencalonan,dan pelaksanaan kampanye .

Beberpa hal diatas itu perlu difahami oleh pemilih agar pemilih salah dalam menentukan pilihanya. Pemilih harus  menggunakan hak pilih dengan benar  dan berkualitas .kualitas pilihan sangat menentukan kualitas pemimpin untuk itu pemilih dalam menggunakan hak pilihnya dengan cerdas. Memilih dengan  cerdas, berarti memilih dengan menggunakan akal sehat dan hati nurani. Memilih dengan akal sehat, berarti kita memilih dengan menggunakan penilaian yang objektif, tanpa dipengaruhi oleh faktor uang, hubungan kekerabatan, suku, daerah, agama, dll. Memilih dengan hati nurani, berarti kita harus melihat dengan hati nurani kita, siapa sebenarnya calon yang akan kita pilih, bagaimana kualitas moralnya, kualitas intelektualnya, dan keterampilan profesional yang dimilikinya. Ada empat cara memilih dengan cerdas dan berkualitas yaitu:

  1.      kenali calonnya,
  2.      Ketahui visi misi dan programnya,
  3.      Pastikan pilihannya, dan
  4.      Awasi kinerjanya.

Selain pengetahuan tentang memilih dengan berkualitas pemilih juga perlu mengetahui   proses penghitungan suara sampai calon terpilih. Kemudian hal penting lain yakni perlunya informasi mendasar mengenai pemilu, arti penting pemilu, pengaruh pemilu terhadap bangsa, kedudukan rakyat dalam pemilu, serta perlunya penanaman jiwa nasionalis kepada masyarakat agar mereka dapat memaknai pemilu dengan baik dan benar. 

pemilih yang cerdas  akan melahirkan budaya dan prilaku  politik yang sehat tanpa adanya bias apapun. Berawal dari politik yang sehat, akan menghasilkan masyarakat yang demokratis.Pemilih yang cerdas dan faham aturan pemilu tentunya akan melahirkan pilihan yang mantap yang tidak  mudah terpengaruh dengan adanya provokasi dan pencitraan, serta dapat  menjamin pemimpin yang tepat dan berkualitas  untuk menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan.

Untuk mengantarkan pemilih yang cerdas, KPU kabupaten Bima juga sangatlah berperan  terutamasejak sebelum memulai tahapan pilkada KPU Kabupaten Bima intens mensosialisasikan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan pilkada .baik itu pada partai poltik  maupun pada pelosok pelosok desa di wilayah kabupaten Bima dan tidak ketinggalan kepada pemilih –pemilih pemula .

Pemilih yang faham dan menegerti aturan ini jugalah yang menjadikan Pilkada Kabupaten Bima menjadi Pilkada yang damai dan bermartabat, pilkada yang berakhir dengan damai sampai pelantikan pasangan Calon terpilih.

Harapannya adalah semoga pemimpin atau kepala daerah yang merupakan pilihan masyarakat mampu membawa Bima Damai dan bermartabat .