KPU PROVINSI NTB GELAR SOSIALISASI TATAP MUKA DI KECAMATAN BOLO

Tanggal : 09 Mei 2018 - Penulis : Administrator



Atur ukuran font text : A+ A-

Dalam upaya menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2018, KPU Provinsi NTB menggelar Sosialisasi Tatap Muka Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur NTB Tahun 2018. Bekerja sama dengan para guru PPKN dan Kepala Sekolah se Kabupaten Bima, Kabupaten dompu, dan Kota Bima. Pada hari Selasa( 08/05) bertempat di Gedung serbaguna Paruga Nae Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Anggota KPU Provinsi NTB Divisi Hukum, Ilyas Syarbini sebagai Pemateri menjelaskan Peran guru sangat penting dalam memberikan informasi kepemiluan kepada anak didiknya yang merupakan pemilih Pemula.

Penelitian membuktikan bahwa kecenderungan perilaku seseorang tergantung dari apa yang pernah dia lakukan sebelumnya, sama halnya dengan pemilih pemula, jika dia menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali maka dia cenderung akan menggunakannya kembali pada pemilihan berikutnya. Dan sebaliknya jika dia tidak  maka untuk berikutnya dia cinderung tidak akan menggunakannya.

“peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai demokrasi bagi investasi masa depan bangsa, oleh karena itu hari ini kami mengundang bapak ibu sebagai peserta sosialisasi”. Terang Ilyas.

Lebih lanjut ilyas menjelaskan Desain pemilihan serentak kepala daerah mulai pemilihan serentak tahun 2015, 2017,2018 hingga tahun 2024 “ seluruh daerah se-indonesia  akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak pada tahun itu”. Pungkasnya.

Menghadapi pemilu serentak nasional tahun 2024, maka konsolidasi demokrasi harus kita laksanakan secara bertahap mulai sekarang.dalam melaksanakan konsolidasi demokrasi maka 3 (tiga) aktor harus terkonsolidasi yaitu Pemilu, Peserta dan penyelanggara Pemilu. “Kalau ketiga aktor ini terkonsolidasi, maka demokrasi kita pasti baik.”pungkas ilyas.

Hal senada juga disampaikan Edi Furkan, Dikpora Provinsi NTB. Pendidikan demokrasi sangat perlu untuk menunjang wawasan kebangsaan dalam hal memilih dan dipilih karena bagi pemilih pemula. “Pendidikan demokrasi itu merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat “ terangya.

Kegiatan berjalan lancar dan berakhir dengan khidmat.