Klarifikasi Berita Radar Tambora Tanggal 13 Juni 2015 Terkait PETAHANA HARUS JEDA SATU PERIODE

Tanggal : 13 Juni 2016 - Penulis : Administrator



Atur ukuran font text : A+ A-

Klarifikasi Berita Radar Tambora Tanggal 13 Juni 2015

Terkait PETAHANA HARUS JEDA SATU PERIODE

Oleh : Yuddin Chandra Nan Arif, SH.MH.

(Divisi Hukum & Pengawasan KPU Kabupaten Bima)

 

 

Keterbukaan informasi publik dan kebebasan Pers adalah salah satu instrument penunjang demokrasi yang mampu menciptakan kestabilan iklim perpolitikan. Muara dasarnya adalah pencerahan informasi perpolitikan yang kondusif dan bertanggung dari etika kebebasan pers. Kebebasan pers bukan berarti kebebasan untuk membuat berita yang secara substansi tidak benar dan tidak tepat yang dapat berdampak pada kontroversi pemahaman masyarakat, jangan menciptakan wacana yang tidak bisa diukur kebenarannya demi popularitas individu dan lembaga pers itu sendiri.

Saat ini Masyarakat Bima dihadapkan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima Tahun 2015, artinya berita-berita terkait pemilihan haruslah akurat, tepat dan pasti, jangan bermain dengan penafsiran yang sesat (falacy) karena akan berdampak pada kekisruhan pemahaman politik dan hukum Masyarakat Bima dalam memaknai regulasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Mari bersama-sama menciptakan iklim politik dan hukum di Masyarakat Bima dengan cerdas intelektual & cerdas emosional.

Bentuk normatif dari pernyataan tersebut adalah peran pers dalam mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar (Pasal 6 huruf c UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers), makna dari klausul tersebut adalah wartawan harus melekat kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual dalam mencari, membuat, mengolah dan menyajikan berita ke media sehingga akan sinkron dengan penegakan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan (Pasal 6 huruf b UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers). Yang melakat pada diri wartawan adalah menaati kode etik jurnalistik (Pasal 7 ayat (2) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers).

Terkait dengan pemberitaan tentang Petahana Harus Jeda Satu Periode (Radar Tambora Tanggal 13 Juni 2015), kiranya teman-teman wartawan dalam bekerja dapat lebih mengedepankan substansi dari Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia terkait informasi yang tepat, akurat dan benar karena hal ini akan berbanding lurus dengan profesionalitas pribadi wartawan dan lembaga pers juga akan berdampak pada kondusifitas hubungan antar lembaga khususnya dalam mengawal dinamisasi dan eskalasi perpolitikan Kabupaten Bima yang santun, tidak saling menjatuhkan sama lainnya. Berita yang dimuat oleh teman-teman wartawan sangat tidak benar dari yang telah disampaikan. Menulis berita yang sifatnya sensitif, haruslah akurat dan benar. Bagaimana ingin menjadi wartawan yang profesional, pengetahuan akan obyek yang ditulis sangat minim. Jadilah wartawan yang profesional, independen, kredibel dan disegani, sehingga dengan sendirinya pekerjaan yang akan mencari kita, bukan kita yang mencari pekerjaan makna filosofisnya adalah tulislah apa yang sudah pasti anda ketahui dan pahami kebenarannya, jangan menulis apa yang tidak anda ketahui dan pahami kebenarannya. Caranya bagaimana..? belajar dengan membaca yang benar dan belajar dengan bertanya yang benar.

Kata-Kata Bijak “Menjadi Orang Penting itu Baik, Tapi Menjadi Orang Baik itu jauh Lebih Penting”.